Iksa Menajang

Mak Nyuusss +9 rating

[Bazaar Ultah JS] Teh bikinan Orang Solo (oleh Bambang Laresolo)
 Iksa Menajang24 Juli 2010, 04:111 komentar di Kategori: Kuliner

EVERY DAY IS TEA GATHERING

Dari beberapa iklan teh yang ada di Televisi, rasanya, iklan Sariwangi yang cukup tepat, mari ngeteh, mari bicara. Benar, teh memang enak untuk dinikmati bersama-sama. Hal tersebut saya rasakan, ketika mengikuti gathering bulanan milist pecinta teh. Sehingga terbetik dalam pikiran saya, kalau saya punya kedai teh sendiri, tentu akan sangat menyenangkan, karena tiap hari dapat melakukan gathering bersama tamu-tamu saya.

Teh, menjadikan passion saya ketika saya mulai bergabung dengan jalan sutra.Di milist inilah saya mendapat bimbingan dan dorongan dari Mas Arie Parikesit, Tiurlan Sitompul, Ratna Somantri, pak Gatot Purwoko, dan teman-teman lain yang tidak dapat saya sebutkan semuanya. Tentang tea passion ini, saya pernah menuliskannya dalam tajuk Saya Teh Jalansutra, pada ulang tahun jalansutra tahun lalu.

Hampir 5 tahun saya menekuni teh, mulai dari sekedar icip-icip, ekplorasi hingga mempelajari sejarah dan budayanya. Bahkan saya mendapatkan keberuntungan karena sempat belajar Chanoyu, upacara minum teh Jepang di Japan Foundation.

Dalam kurun waktu tersebut, akhirnya terbentuk jalinan persahabatandengan teman-teman yang lebih senior dan profesional dalam industri teh, seperti perusahaan teh dari Pengalengan, Bengkulu, Tambi hingga importir teh dari Denpasar. Berkat dukungan merekalah, akhirnya saya mulai dapat melakukan trading kecil-kecilan untuk teh-teh Indonesia kualitas Premium, seperti White tea, Oolong Kepahiang Bengkulu, Black Tea BOP dan OP, Green tea Gun Powder dan Chunmee.

Hal ini juga mewadahi keinginan para pecinta teh di Indonesia, agar teh Indonesia kualitas premium yang selama ini hanya diekpor ke luar negeri, dapat dinikmati oleh bangsa sendiri.

Juga telah menjadi pertanyaan umum, bahwa tingkat konsumsi teh bangsa Indonesia terbilang rendah, mengingat kita adalah produsen teh terbesar no. 5 di dunia. Kalau toh terjadi peningkatan atau lebih tepatnya trend gaya hidup sehat ngeteh, belum dibarengi pengetahuan yang memadai tentang teh itu sendiri. Bahkan di beberapa tempat, teh diposisikan sebagai kompetitornya jamu. Semua yang dagang teh, mengemas tehnya sebagai minuman kesehatan, seolah barang ajaib yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Teh belum mendapat apresiasi yang memadai, seperti halnya di China, Jepang atau Inggris yang nota bene bukan produsen teh. Perlu adanya suatu sharing knowledge, edukasi, agar dapat tercipta budaya "Ngeteh" yang lebih rasional.

Berangkat dari situ, dengan "Bondho Nekad", akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka kedai teh Sederhana: KEDAI TEH LARESOLO. Nama Laresolo memang saya bawa terus, karena sudah menjadi branding saya untuk menjadi seorang tea specialist. Bahkan Kedai Teh Laresolo sudah menjadi kedai Virtual dalam bentuk blog di http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com

Lewat blog tersebut, akhirnya perlahan-lahan pengetahuan saya tentang teh mulai diasah. Beberapa pertanyaan mengenai teh mulai mengalir. Ini persis seperti yang diramalkan oleh pak Gatot Purwoko, bahwa kelak, saya akan menjadi tempat orang bertanya soal teh.
Beberapa permintaan menjadi pembicara soal teh seperti perusahaan teh Malino, dan yang terakhir Futami Ready to Drink, telah dilakukan. Bagi saya sangat menyenangkan dapat berbagi kebaikan.

Kedai ini usianya masih kinyis-kinyis, bahkan kalau bayi, mungkin masih berwarna merah. Baru 2 minggu kedai ini buka.

Kedai ini bertempat disebuah Taman dengan dua pohon besar yang rindang. Tepatnya ada di Komplek Agripark, jl. Taman Kencana No.3. Dengan Nuasa Alami, kedai terbuat dari Bambu yang diawetkan hasil karya seni pak Djatnika, dari Yayasan Bambu Indonesia pimpinan bpk. Tri Sutrisno.

Walau sederhana, tetapi teh yang disajikan adalah teh kualitas tinggi. Untuk Saat ini, baru ada sekitar 20 macam jenis teh.. Mereka yang bermadzab teh manis dapat menikmati teh yang disajikan dengan teko Kaca Tee Kanne.Pilihan yang bisa didapat adalah Cinnamon Orange Spice, Ear Grey black & Green, Morrocant mint tea with lemon peeled, Original Chai, dan teh Bansus .Untuk minuman dingin disajikan dengan gelas juice. Pilihannya ada teh tarik, Green tea latte, Lechy tea, Fruit Tea Coctail, Strawbery mint, beberapa herbal seperti Red Berries, Fruit Paradise, After Dark, Chamomile dan Rooibos Sedangkan teh untuk para penikmat teh sejati, kami sajikan dengan Gaiwan kaca 100 cc, dan dapat direfill hingga 3 kali. Kami menyebutnya sebagai Tea with art & Style. Termasuk dalam jenis teh ini adalah beberapa teh ternama seperti White Tea Silver Needle, Ti Kuanyin, Ooong Kepahiang, Ginseng Oolong, Lung Ching, Puerh, dan beberapa jenis teh lainnya.

Untuk camilan teman minum teh, kami sajikan aneka pastry seperti cinnamon roll, Croisant Keju, Croisant Chokolat, Fruit pastry yang dibuat dari adonan Croisant dengan hiasa buah kiwi dan Strawbery, dan Chocholate stick. Aneka pastry tersebut sementara ini baru dibuat untuk hari Sabtu dan minggu

Camilan lain kami sajikan Risoles isi sosis, telur keju, otak-otak bakar/goreng, singkong manis santan wijen.

Untuk makanan berat, kami bekerja sama dengan vendor lain yang sudah melewati tahap seleksi dan uji dengan paket ikan laut bakar dari Muara Angke.

Every day is tea gathering adalah moto kami. Kami memberikan pengalaman dan ilmu tentang teh. Kalau ingin belajar bagaimana cara melihat kualitas teh, disinilah tempatnya. Ingin sharing tentang mitos-mitos teh yang menyesatkan, disini tempat bertanya.
Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda teh yang disuka. Jadi mesti mencoba dulu aneka macam jenis teh, nanti akan ketemu satu atau dua jenis teh yang paling disuka.

Pelanggan kami mulai dari anak kecil hingga dewasa. Tetapi saat ini, pelanggan terbesar kami adalah mahasiswa. Mereka mencari tempat nongkrong yang asyik dan memberikan pengalaman baru. Beberapa mengatakan ketagihan, karena kedai Teh Laresolo, asyik buat nongkrong, kantong tidak dirongrong.
Berbagai pengalaman adalah suatu kebahagiaan. Apalagi kalau kami dapati tamu kita dapat mengaprisasi teh yang kami sajikan, sungguh senang luar biasa. Ada yang suka sekali dengan EarlGrey, yang katanya ajib banget tehnya. Tetapi ada yang malah kurang suka, karena Early grey terlalu tajam.

Satu yang sangat berkesan ketika kami sedang melayani keluarga Hari. Mereka datang dengan dua anak kecilnya, Farhan dan Bitha. Mereka awalnya datang untuk membeli minuman Ready to drink. Saya jawab, di tempat kami adanya Cuma es teh dingin, dengan berbagai macam varias. Ya sudah gak papa, jawab ibu hari.
Ketika saya tawarkan morrocant mint dingin mereka setuju dan menikmatinya, termasuk si kecil Bitha (5 tahun). Sebaliknya sang kakak, Farhan susah untuk digoda. Beberapa jenis teh saya suruh cium aromanya tetap tidak suka. Sedangkan di Bitha, suka semua.
Sampai kehilangan akal, akhirnyas saya keluarkan Sencha dari Jepang. Tetap tidak suka, nyerah deh. Sebaliknya Bitha, langsung bilang ke Mamanya:"Kok kayak bau rumput ma". "Emang Bitha tahu bau rumput seperti apa?", tanya mamanya. "Khan waktu itu pernah dikasih ama teman", jawab Bitha. Amazing.Inilah calon pecinta teh kelak.

Jadi pengalaman-pengalalamanseru seperti itu yang anda akan dapatkan di kedai Teh Laresolo. Khusus untuk stand Kedai teh Laresolo di acara Bazar jalansutra, hanya menyajikan beberapa teh untuk tasting, dan selebihnya kami hanya jual teh kering untuk diseduh dirumah.

Beberapa photo dapat dilihat di http://www.facebook.com/pages/Kedai-Teh-Laresolo/127961013906307

Salam,

Ba
mbang

laresolo@gmail.com

 

Tag: Kuliner , Teh

 

Yang merating Note ini:


1 Komentar
Langsung mau ke Bogor untuk nyicip tehnya. Udah ngajak temen-temen milis Indonesian Foursquare big grin Hore!
Lakukan Login untuk memberikan komentar.

 

Note terkait:

Pecinta Teh (oleh Ratna Somantri)
23 Juli 2010, 20:58