Iksa Menajang
[Bazaar Ultah JS] Rendang tacabiak-cabiak dari Uni Farah (oleh Reno Andam Suri)
Kira-kira 7 tahun yang lalu, saat saya sedang menyeberang dijembatan penyeberangan sekitar Jl. Sudirman. Handphone berbunyi. Hmm... suamiku ternyata.
" Sayang, selamat ya. Mbak Lulu suka rendang kamu. Dan dia mau pesan."
" Oh ya? Berapa banyak?"
" Jangan kaget ya... dia pesen 40 kg!"
Sumpah! Itu kata-kata yang sampai sekarang tidak bisa hilang dari ingatan. Sampai sekarang.
Berawal dari suka memasak dan senang berbagi masakan (terutama kalau yakin masakannya enak). Aku mengirimkan rendang buatanku kepada beberapa orang. Dari beberapa orang yang dikirimkan itu kemudian berkembang lagi menjadi lebih banyak yang memesan rendang Uni Farah. Semua dalam bentuk bingkisan, hantaran saat lebaran tiba.
Hingga kemudian, salah satu pelanggan, akan pergi ke luar negeri bertanya, kiranya dapatkah ia membawa rendang Uni Farah keluar negeri. Otak ini langsung tuing-tuing mencari akal. Kemudian terpikirlah bagaimana kalau Rendang Uni Farah ini dikemas dalam kemasan yang kedap udara hingga aman saat dalam perjalanan, tdk khawatir dengan minyaknya dan dapat bertahan lebih lama.
Semuanya menjadi proses, pelajaran dan pengalaman.
Dari mulai mengaduknya sendiri, mengerahkan semua sepupu saat liburan, merebus sekian puluh kilo paru hingga larut malam untuk kemudian memotongnya tipis-tipis.., hingga ikut serta pameran yang ternyata stand-stand lain hanya menjual baju dan aksesoris (judulnya salah pilih event..) bikin Rendang Uni Farah gak laku sama sekali!.
Kini Rendang Uni Farah yang khas dengan rendang basahnya, dimasak secara tradisional dengan tungku kayu bakar. Dikemas dalam kemasan kedap udara, rasanya memang belum ada jenis rendang basah yang dikemas seperti ini, dan dapat menjadi bingkisan istimewa, semakin dikenal orang. Dari Kalimantan, Tokyo sampai New York pun menghubungi memberikan apresiasi.
Perjalanan ini serasa baru kemarin dimulai. Semakin banyak yang menyemangati agar membuat Rendang Uni Farah semakin luas dapat dinikmati orang. Ya, harus terus bersemangat. Makanan tradisional yang kini bisa tampil dengan kemasan yang baru. Tampil dan dapat dinikmati dimana saja.
Hhm... Rasanya semangat ini berubah menjadi sedikit rasa tidak sabar, karena ingin bertemu dengan Jsers tanggal 24 nanti.
Bermacam bayangan sudah melompat-lompat, ide2 akan apa dapat disajikan nantinya. Variant rendang baru yang rasanya sayang kalau hanya dinimati sendiri. Rendang Daging tacabiak-cabiak ( maksudnya suwir2 hehehe) yang tetap lembut dilidah. Dinikmati bersama keluarga besar Jalan Sutra dalam semangat jalan-jalan dan makan-makan.
Reno Andam Suri
www.rendangunifarah.com
reno.a.suri@gmail.com
Diposting oleh Tim Mod JS
pertanyaan: Jadi Uni Farah siapa ? hehe
Tag: Kuliner , Rendang , Kedap Udara

166.90
14.90