Iksa Menajang
[Bazaar Ultah JS] Bumbu Mbah Djo, dari rumah menuju dunia Internasional (oleh Ruth Wijaya)
Sebenarnya, bazaar JS ini adalah kali pertama Bumbu Masak & Sambel Pecel Mbah Djo diperkenalkan pada lingkungan di luar keluarga dan teman-teman dekat ibu saya, yang berdomisili di Nganjuk Jawa Timur sana.
Awalnya, ibu saya sering menyimpan stok bumbu Rawon, Kare & Soto (kadang-kadang Nasi Goreng) untuk konsumsi kami sendiri, supaya cepat saja kalau mau memasak. Namun beberapa kerabat kemudian suka meminta oleh-oleh bumbu masak, jika sedang berkunjung ke rumah. Makin banyak yang minta dioleh-olehin bumbu, ibu saya mulai pede, sok nawarin tetangga yang mau hajatan, dia mau urunan bumbu masak saja (di kampung kami hajatan itu adalah proyek gotong royong para tetangga). Dan, dari situ, bumbu masak bikinan mbah Djo (nama panggilan ibu saya) mulai dikenal mulai dari tingkat RT, kemudian meningkat ke acara Kelurahan, lalu Kecamatan dan kemudian Kabupaten. Bazaar JS adalah debut nasional pertama bumbu masak mbah Djo *lol*.
Bumbu andalan yang selalu dipaksakan ibu saya untuk dijadikan oleh-oleh `wajib' adalah: bumbu Rawon & Kare
by: Ruth Wijaya
rwlwijaya@yahoo.com
Tag: Kuliner , Bumbu , Rawon , Kare

166.90
14.90